disini aku akan menceritakan sedikit tentang sejarah kota kelahiranku yaitu di lampung khususnya lampung selatan.yuukkkk kita lihaattt... :))
lampung adalah sebuah provinsi yang terletak di sumatera bagian selatan. provinsi lampung memiliki beberapa kabupaten yaitu kabupaten lampung selatan, kab lampung timur, kab lampung barat, kab. lampung utara, dan kab tanggamus. tapi disini aku akan membahas tentang kabupaten lampung selatan kota kelahiranku.
Kabupaten Lampung Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kalianda. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.109,74 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 923.002 jiwa (LSDA 2007). Kabupaten Lampung Selatan bagian selatan meruncing dan mempunyai sebuah teluk besar yaitu Teluk Lampung. Di Teluk Lampung terdapat sebuah pelabuhan yaitu Pelabuhan Panjang dimana kapal-kapal dalam dan luar negeri dapat merapat.
Di bagian selatan wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang juga ujung Pulau Sumatera terdapat sebuah pelabuhan penyeberangan Bakauheni, yang merupakan tempat transito penduduk dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Dengan demikian Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera bagian selatan. Jarak antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) dengan Pelabuhan Merak (Propinsi Banten) kurang lebih 30 kilometer, dengan waktu tempuh kapal penyeberangan sekitar 1,5 jam.
Kalianda terdiri dari 25 desa. Dari jumlah tersebut merupakan keluarga yang mengandalkan hidup dari pertanian, dengan mayoritas menanam padi dan palawija. lampung selatan juga terkenal dengan wisata-wisatanya loh. apa aja ya wisata-wisata nya ??
yaitu:
- Siger Lampung yang terdapat di pesisir pantai Pelabuhan Bakauheni.
- Masjid Agung
- Menara Sunando
- Way Belerang
- Pantai Cati indah
- Kalianda risort
- Pantai Merak Belatung
- Pantai Gunung Botak
- Pantai Bagus
nah disini akan dijelaskan sedikit salah satu wisata di lampung selatan yaitu menara siger. Menara Siger adalah menara yang juga menjadi titik nol Sumatra di selatan.Menara siger diresmikan pada 30 April 2008 oleh Gubernur Lampung. Menara Siger terbangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Menurut Sjachroedin atau gubernur Lampung Menara Siger bukan monumen masa lalu, tetapi bangunan masa depan yang akan jadi fenomena masyarakat Lampung. Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Menara Siger adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya, pendidikan.Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.
Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.
Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing. Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara.
BAHASA LAMPUNG
lampung juga memiliki bahasa daerah yang berbeda dengan daerah lain. berikut akan dijelaskan tentang bahasa daerah lampung. Bahasa Lampung adalah sebuah bahasa yang dipertuturkan oleh Ulun (masyarakat) Lampung di Provinsi Lampung, selatan palembang dan pantai barat Banten.Bahasa ini termasuk cabang Sundik, dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia barat dan dengan ini masih dekat berkerabat dengan bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Bali, bahasa Melayu dan sebagainya. Dialek bahasa lampung dibagi menjadi 2 yaitu Dialek Belalau (Dialek Api) dan Dialek Abung (Dialek Nyow). namun kedua dialek itu tidak digunakan bersamaan. dialek tersebut digunakan berdasarkan kabupaten yang memakai dialeg tersebut. Nah lampung Selatan memakai dialek Api (dialeg A).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar